Perth Jm1.48

Latar Belakang

Jm1.48 di Perth, Australia

Alhamdulillah berkat ‘selentingan’ dari anggota ‘awalun’ Putri Kurniawati (terimakasih), yang mana beliau memposting di grup Telegram sbb:

image

Sedangkan ‘kurva keterlihatan hilal’ berbasis imkan rukyat ala KRHH untuk tanggal 11 Oktober 2026:

image

Yang jelas-jelas nampak bahkan benua Australia pun seluruhnya berada di luar ‘zona merah’ KRHH. Artinya bagi KRHH tertolak sebagai kasat-mata-umum (dan dianjurkan laporan Perth tsb. tidak dipakai untuk menentukan masuknya bulan hijri Jumadil Uula di Nusantara). Nah, bisakah nampak nyata (kasat-mata) sebenarnya di sana (sebagai data OUTLIER)? Mari kita ulas.

stella perth jm1 48
Tanda/kotak oranye di kiri bawah gambar di atas memposisikan stellarium di Perth dan sisi kanannya perwaktuannya di UTC+8; namun bukankah Perth di Timurnya Hong Kong? UTC +8 di antaranya di Hong Kong, Bali, NTB, Sulawesi.
Garis Bawah Hijau

Yang atas/pertama: tinggi nampak hilal/Rembulan 5,54° di atas ufuk mar’i (bayangan) pada 12 menit pasca Matahari terbenam, yang menandakan:

  1. Jelas-jelas minimal kasat mata ‘khusus’ jika nampak (hanya 42 menitan hilal berada di atas ufuk; ingat, ini sudah hampir masuk musim summer di belahan bumi bagian Selatan dengan masa terang/hari yang lebih panjang ketimbang gelap/malam), sedangkan pengalaman ketua korpus, latar belakang langit baru menjadi cukup gelap ba’da 36 menit pasca terbenam Matahari, bahkan untuk Nusantara, jika ‘konon’ hilal terrukyat 35-45 menit pasca ghurub masuknya ragu/suspect yang walau nampak pastilah ada ANOMALI, baik di perukyatnya atau di langit/atmosfer;
  2. Lokasi rukyat yang khusus; tak mungkin di kota Perth-nya sendiri, besar kemungkinan di pantai-pantai Barat dekat Perth (yang akhirnya dilaporkan Perth). Lokasi pinggir pantai menghadap samudra TIDAK dimiliki oleh saban lokasi, walau di Australia.

Yang bawah/kedua: elongasi 9,24° yang memerlukan perukyat-perukyat ‘ahli’ (berarti tak umum) karena:

  1. Sukarnya nampak (sebab latar belakang langit cenderung masih terang ketika terrukyat);
  2. Menurut sejarah (hasil riset astronom Saudi dari catatan-catatan sejarah di perpustakaan), baru pada ARCL 9,5° ada beberapa ketika di mana hilal nampak; mulai agak ramai pada 10° dan benar-benar ‘umum’ ≥10,5°.
Kotak-kotak Merah

Yang atas/pertama: planet Venus (Bintang Kedjora) tak jauh, membuka peluang salah sangka apa yang sebenarnya dilihat ketika rukyat; belum lagi untuk lokasi-lokasi pantai Barat dekat Perth berpeluang besar ada pesawat-pesawat udara yang akan mendarat menyalakan lampu-lampunya.

Yang bawah/kedua: waktu stellarium diatur agar sama dengan 12 menit pasca terbenam Matahari di sana (Perth), sesuai dengan batasan ilmiah berbasis Kastner yang menjadi salah satu risetnya Dr. Judhistira Aria Utama di UPI Bandung. Secara matematis, dengan anggapan atmosfer cukup jernih, maka 10 menit mulailah hilal bisa nampak kasat mata; apakah kenyataannya memang begitu? Tidak. Kenyataannya baru mudah nampak oleh kebanyakan orang (dan dapat difoto gawai sederhana) pada 45 menit ke atas (sedangkan sekarang mendekat summer di Perth, berarti mungkin 50 menit ke atas).

Terawangan 44 menit

image
  • Sudah di ambang batas (Rembulan/hilal pas di ufuk, sebelum terbenam); bukankah ‘normal’nya semakin menempel ke ufuk semakin ada kabut/haze dan otomatis semakin memudar hilalnya? Jikapun jernih bersih lagi terang pastilah super langka;
  • Gampang diperkirakan bahwa yang terrukyat sebenarnya planet Venus;
  • Ragu di atas keraguan sebelum 44 menit nampak.
image
  • Jelas bahwa dianjurkan untuk TIDAK dirujuk/dipakai laporan Perth bahkan sampai Jambi, Bengkulu, Sumatra Barat dan Malaysia;
  • insya Allah masih bisa dirujuk Sumut, Aceh, Myanmar; namun beranikah? Sebab minimal masuknya syubhat atau ragu-ragu, yang jelas pula mesti ditinggalkan.

Yang Nampak tgl 11 di

Pastinya negara-negara di Amerika Selatan seperti Brazil, Argentina, Venezuela, Peru, Cili dlsb. dan Afsel (walau masuk zona biru KRHH). Di tempat-tempat itulah wajar Jm1 hari pertamanya = 12 Oktober 2026. Artinya untuk wilayah-wilayah di Timurnya Afsel sebaiknya istikmal (membulatkan ke 30 hari), menjadikan Jm1.48 secara natural hari pertamanya jatuh pada 13 Oktober 2026.

image
Cuplikan dari situs moonsighting.com diambil dari laman ini; perlu disampaikan bahwa laporan Perth tidak ada sampai kini. Mungkin sebaiknya periksa lagi di beberapa hari ke depan.

Selamat Rukyat

bada magrib 12 Oktober 2026

Rujuklah ini untuk panduan merukyat natural alias kasat-mata-umum; jangan lupa sampaikan laporan-laporan dan foto-fotonya ke grup Telegram ini (anggota/donatur) atau grup WhatsApp ini (publik/umum).

Ingat, KRHH tak melulu merukyat untuk menentukan tanggal hijri; anggota/simpatisan KRHH merukyat karena (a) sunnahnya memang begitu (dan bisa membaca do’a hilal), itulah makanya tanggal 30 hijri tetap merukyat; (b) hari sebelumnya (29 hijri) sukar sekali atau mustahil; (c) tingginya hilal di hari ke-30, dianjurkan melihat dari lokasi masing-masing agar terlatih dan semakin ‘nyambung’ dengan kauniyah-Nya (adapun jika jeda waktu antara terbenamnya Matahari dengan terbenamnya Rembulan melebihi 60 menit, korpus KRHH menggelar kegiatan pelatihan/praktek RH.

image
dicuplik dari instagram Yufid.tv

Ajakan

Berdonasilah dan dukunglah KRHH; kami adalah perkumpulan nirlaba yang dapat menerima donasi dari mana pun; anggaplah seperti kencleng di masjid, donasi-donasi super-mikro semisal satuan sampai ratusan rupiah sangat mudah (dan tanpa biaya) disampaikan melalui QRIS; terimakasih.

qris birubingkai