Rukyat Hilal
Rabi’ul Aahir 1448
Insya Allah bersumber dari cuplikan (screenshot) almanak daring KRHH:

Dapat kita ambil data dasar untuk merukyat kasat-mata tanpa alat:
- Tenggelamnya Bulan 55 menit bada Matahari dengan beda azimuth 9° (Bulan di kiri Matahari; azimuth 270 = Barat), sekitar selebar telapak tangan ditidurkan diacungkan sejauh mungkin di depan kita.
- Data azimuth adalah loco Makassar yang dapat dipakai se-Nusantara. Oleh sebab itu cukup ketahuilah saat/waktu tenggelam Matahari secara astronomis di lokasi rukyat Anda dan hadirlah di sana selambat-lambatnya 30 menit sebelumnya guna memberi/mengambil tanda-tanda sederhana yang dapat menunjukkan arah terbenam Matahari. Tidak butuh kompas.
- Gunakan panduan ini untuk memilih lokasi rukyat.
- Upayakan salat magrib di lokasi, baru kemudian merukyat; bahkan jagalah pandangan mata agar tak terpapar yang terang-terang sejak menandai arah terbenam Matahari (yaitu sekitar setengah jam sebelum terbenamnya).
- “Yang terang-terang” termasuk segala jenis layar gawai, langit Barat dan lampu-lampu; bahkan hindari melihat yang dekat-dekat seperti jam tangan analog atau membaca.
- Jum’at 11.Sep.26 = 29.Rb1.48 bagi MABIMS dan umumnya kalender-kalender Hiriah di Nusantara.
- Sabtu 12.Sep.26 = 29.Rb1.48 bagi KRHH dan umumnya almanak-almanak natural yang kasat-mata murni.
- KRHH menyebut SEMUA penanggalan Matahari atau Bulan yang berbasis kesepakatan (seperti KHGT atau ‘masehi’) atau menggunakan alat maupun ‘konon’ kasat mata (yang konon hanya bisa nampak oleh segelintir orang) sebagai KALENDER. Baik disampaikan bahwa asal-muasal kata kalender adalah dari bahasa Latin yang artinya lilin. Dahulu ketika belum ada lampu-lampu dan listrik para pengamal riba (rentenir) menyalakan lilin-lilinnya di malam hari untuk menghitung bunga-bunga pinjaman.
- SEMUA penanggalan Qomariah yang berbasis kasat-mata-umum (dan NATURAL) sebagai ALMANAK. Almanak berasal dari bahasa Inggris Almanac yang maknanya jadwal kejadian/acara (nyata).
KRHH pusat tak mengadakan pelatihan/kegiatan RH untuk kali ini, bahkan karena hilal diperkirakan cukup tinggi/terang dianjurkan untuk berupaya merukyat dari rumah masing-masing; Peringatan: hilal masih berada di latar belakang langit yang agak terang sehingga warna berkas hilalnya tidak putih (untuk mudahnya mulailah merukyat 30 menit setelah azan dan bertahanlah selama 20 menit; ingat: hilal bergerak di langit MENURUN 1° per 4 menit di darah tropis).
KRHH Solo Raya mengadakan RH sekaligus pembeberan/expo soal rukyat di Griya Antariksa di Yogyakarta pada hari Sabtu 12 September 2026 mulai jam 15:00 dengan pemateri Ust Mutoha Arkanuddin. Pengamalan rukyat kasat mata dan teleskop setelah salat magrib. Silakan gabungkan diri ke grup WA KRHH Solo Raya (untuk umum). Mohon bagi yang berminat join acara/kegiatan tsb., agar segera menghubungi pengurus2nya di grup itu; terkhir sudah ada 16 peserta.
