Muharram

4801mhr
  • Perbedaan mencolok antara hijri dengan gregorian-romawi1 adalah mulainya 00:00. Di gregorian-romawi, 00:00 (dan pergantian ke tanggal baru) di tengah malam bayangan; pada hijriah di pergantian siang dan malam2.
  • Kotak berwarna di atas angka tanggal (jika ada), dibagi 4 menurut GMT+8 (WITA).
  • Beda LAG3 antara Barat dengan Timur Nusantara berkisar 2 menit; tak berpengaruh bagi perukyat kasat mata. Oleh karena itu, data loco Makassar cukup (dan azimuth4). Terkadang diubah ke loco lainnya. Data tambahan cukup mengetahui saat terbit/terbenam setempat.
  • Ayyamul-bydh (hari-hari putih) di almanak KRHH sesuai data iluminasi aplikasi stellarium (bisa 2, 3 atau 4 malam). Shaumnya yaumul bidh tetap 3 hari dan tak mengapa digeser-geser hari mulainya, dianjurkan diamalkan 3 hari berturut-turut. Sayyidina ‘Ali Karamul-Wajha, Abu Darda RA dan para ahlush-shufah mengamalkannya demikian.
  • Bagi KRHH, kalender hijri yang memiliki tanggal sama untuk hari yang sama, serupa dengan kalender sipil lainnya.
  • Dianjurkan merukyat setelah salat magrib dahulu. Jika rukyat di hari ke-29, hilal biasanya sulit dirukyat dan berwarnakan mirip dengan latar belakang langitnya.
  1. Dikenal ‘masehi’–yang salah-kaprah–sebab Sayyidina ‘Isa AS pakai qamariah dan merukyat pula. ↩︎
  2. Sebelum subuh tetap disebut ‘malam’ (tanda subh adalah bercampurnya warna kuning di langit Timur, yang PASTI setelah fajar). ↩︎
  3. Jeda Waktu antara terbenam Matahari dengan terbenam Rembulan. ↩︎
  4. Arah kompas dalam derajat. ↩︎